Sejarah

🌿 Awal Perjalanan (2015)

Shri Minachi Amman Kuil diprakarsai oleh Almh. K. Jaya Bharti Pillay bersama lima orang anak didiknya (Kali dasen,S.Kom,K.LMahendra Ras,K.L.Premdra raj,Karti Yogen,Maren & Nares Kumar Pillay,S.Kom). Niat beliau sederhana namun suci — memiliki tempat untuk berbhakti kepada para Dewa di akhir usianya.

Tahun 2015 menjadi awal perjalanan yang penuh tantangan.
- K.Jaya Bharti Pillay

Lima pemuda dan satu guru ini bukanlah orang-orang yang berekonomi mapan. Menggalang dana menjadi satu-satunya jalan, namun prosesnya tidaklah mudah. Membeli tanah di tengah kota hanyalah sebuah mimpi.

Dalam keterbatasan, mereka memutuskan membeli tanah yang lebih terjangkau, meskipun lokasinya jauh dari pemukiman. Bahkan saat itu dana yang tersedia belum mencukupi.

Dalam situasi penuh doa dan harapan, salah satu pengurus menghubungi Bapak Kamal Nathan (Kanen) di Jakarta. Dengan ketulusan hati, beliau membantu pembelian tanah sesuai nominal yang dibutuhkan (Yang kemudian Bapak Ini menjadi Ketua Pembina Yayasan Shri Minachi Amman).

Pertolongan itu menjadi titik awal berdirinya kuil ini.

Perjuangan membangun kuil ini sangatlah tidak mudah. Selain mengandalkan dana punia, para pengurus juga menjual bathi, buku-buku agama Hindu, hingga pakaian keagamaan. Setiap batu yang berdiri di tempat ini adalah saksi kerja keras, air mata, doa, dan pengorbanan.

🔱 Bhumi Puja

Pada tahun 2015 dilaksanakan upacara Bhumi Pooja sebagai tanda dimulainya pembangunan yang dipimpin pendiri Alm.K.Jaya Bharty Pillay.

🔱Dewi Utama

Shri Meenakshi dipilih sebagai Dewi Utama, karena saat itu belum ada kuil khusus Dewi Meenakshi di Indonesia. Dengan niat suci, kuil ini didedikasikan sebagai tempat pemujaan kepada Amma Meenakshi — wujud kasih dan kekuatan Ilahi.

🌺 Masa Ujian & Keberlanjutan

Seiring waktu, Almh. Bapak K. Jaya Bharti jatuh sakit. Kepengurusan yayasan kemudian dilanjutkan oleh tim yang ada. Banyak umat yang bergabung masuk dalam kepengurusan dan di bentuk Yayasan Shri Minachi Amman pada 12 April 2016.

Dukungan mengalir dari berbagai kalangan. Tidak hanya umat Hindu, tetapi juga masyarakat lintas agama turut membantu berdirinya kuil ini. Perjuangan panjang yang penuh ujian akhirnya membuahkan hasil kuil selesai di bangun pada tahun 2019.

Khumbabhisekam / Peresmian

Pada tahun 2019, pembangunan kuil akhirnya selesai dan dilaksanakan upacara suci Kumbabhishekam.Sebuah kehormatan besar bagi kami, peresmian kuil ini dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Letnan Jenderal TNI (Purn.) H. Edy Rahmayadi.

Upacara Kumbabhishekam tersebut dipimpin oleh Pandita Kali Dasen, S.Kom., dan dilaksanakan dengan penuh khidmat selama 3 hari berturut-turut.

Arca Dewa-Dewi yang digunakan di kuil ini terbuat dari Karangale (batu hitam) asal dari India, yang dipesan melalui Malaysia, sebagai simbol kesakralan dan keaslian tradisi.

Kami akan selalu mengenang jasa para pengurus dan pejuang terdahulu yang telah berkorban tenaga, waktu, dan pikiran—termasuk mereka yang kini telah tiada.

Tanpa perjuangan mereka, kuil ini tidak akan pernah berdiri.
-

Ini adalah bukti nyata dari perjuangan panjang para pemuda dalam mengabdi kepada Dewi Shri Meenakshi Amman, demi menjaga dharma dan warisan spiritual bagi generasi mendatang.